Informasi Wisata Pura Batu Bolong |
|
|---|---|
| Lokasi | Pantai Senggigi, Nusa Tenggara Barat |
| Tiket | Rp 10.000,- |
| Waktu Buka | 07.00 – 18.00 |
| Fasilitas/ Obyek Wisata | Restoran, warung es kelapa muda, persewaan kano, hotel, villa |


Pura Batu Bolong adalah salah satu lokasi wisata religi yang terkenal di Pulau Lombok. Sesuai dengan namanya, Batu Bolong merupakan sebuah tempat wisata alam
berupa bolongan besar pada susunan karang. Bolongan tersebut terbentuk
dari derasnya deburan ombak yang berkali- kali menggerus karang tersebut
sehingga membentuk bolongan atau lubang yang sangat besar. Karena
lubang inilah, Batu Bolong menjadi tempat wisata yang
sangat menarik untuk dikunjungi. Selain bolongan itu, terdapat sebuah
bangunan pura yang terletak tepat di atas susunan karang tersebut. Pura
ini biasanya digunakan untuk tempat beribadah oleh para umat Hindu.
Pura Batu Bolong terletak berdekatan dengan obyek wisata religi
Batulayar. Letaknya tidak terlalu jauh dengan kota Mataram, yaitu hanya
berjarak sekitar 8 km ke arah utara kota. Sama dengan bangunan pura
pada umumnya, ketika pengunjung hendak memasuki lokasi obyek wisata
diharuskan untuk menggunakan selendang berwarna kuning yang digunakan
sebagai ikat pinggang untuk menghormati tempat peribadatan umat Hindu.
Hal ini dikarenakan Pura Batu Bolong masih difungsikan
sebagai lokasi peribadahan umat Hindu di sana. Selain menggunakan
seledang, pengunjung juga harus mematuhi satu peraturan lagi, yaitu
pengunjung wanita yang sedang berhalangan dilarang memasuki kawasan pura
karena sejatinya pura merupakan tempat yang sangat sakral dan suci bagi
umat Hindu. Setelah membayar tiket, pengunjung bisa langsung memasuki
obyek wisata tersebut. Setelah menginjakkan kaki di lokasi wisata,
pengunjung akan langsung disambut oleh pura Ratu Gede Mas Mecaling yang
berada paling dekat dengan pintu masuk.
Pura Batu Bolong terdiri
dari dua bangunan pura. Yang pertama adalah pura yang terletak di bawah
pohon dan berada di dekat pintu masuk setelah menuruni beberapa anak
tangga bernama Pura Ratu Gede Mas Mecaling. Sedangkan,
pura kedua berada di atas karang yang tingginya sekitar 4 meter berada
di posisi yang menjorok. Beberapa patung yang terdapat di pura ini
adalah patung Subali, Sugriwa, Rama, Laksmana, dan Patung Naga.
Keberadaan pura ini, secara langsung
memiliki makna tradisi yang bersentuhan dengan kehidupan masyarakat
Hindu di Lombok yang diwariskan dari budaya Bali. Hal ini bisa dilihat
dari jenis- jenis pelinggih yang dibangun di pura ini. Uniknya, saat
lebaran tiba, umat muslim di Lombok akan datang beramai- ramai ke pantai
di depan pura. Mereka akan saling berbagi dan bersama menikmati opor
ayam, ketupat, ayam taliwang, serta serundeng. Inilah bukti nyata
kerukunan antara umat Islam dan Hindu yang menunjukkan bahwa mereka
dapat hidup berdampingan secara harmonis.
Menikmati Keindahan Pemandangan Pantai Senggigi Di Pura Batu Bolong
Letak pura di tepian bibir Pantai Senggigi, memberikan suasana yang menarik. Bahkan banyak orang menyebutkan bahwa Pura Batu Bolong merupakan Tanah Lot yang
ada di Pulau Lombok. Sensasi wisata Lombok yang masih sangat alami dan
berbeda dari tempat- tempat wisata lainnya di Indonesia menambah nilai
estetika dari lokasi wisata ini. Ketika cuaca cerah, pengunjung bisa
menyaksikan gunung Agung yang terletak di Pulau Bali. Deburan ombak yang
membentur batu karang di batu bolong juga menghasilkan suara- suara
yang menenangkan hati. Karena tempatnya yang terletak di dekat laut,
batu bolong memberikan pemandangan sunset yang
sangat mengagumkan. Puncak keindahannya akan terlihat ketika matahari
mulai tenggelam di balik gunung Agung. Pemandangan ini merupakan sebuah
lukisan Tuhan yang tiada tara indahnya. Suasana pantainya pun sangat
mendukung dan membuat hati terasa tenang. Di bawah naungan pepohonan dan
hamparan langit biru Pantai Senggigi seakan membawa pengunjung larut
dalam keindahan alam ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa.
Batu Bolong untuk Fotografi
Pura Batu Bolong tidak
hanya dikunjungi mereka yang akan beribadah atau mereka yang ingin
menikmati indahnya pemandangan di lokasi dengan bersantai bersama
keluarga. Tetapi, obyek wisata ini juga menjadi tempat favorit bagi para
fotografer untuk melampiaskan hobi fotografinya. Dengan
pemandangan eksotis, matahari yang melebur dengan alam, laut yang
disepuh warna matahari keemasan, membuat para fotografer ingin mengabadikan keindahan ini.
Akomodasi Hotel atau Villa Batu Bolong
Bagi pengunjung yang ingin mencari
tempat menginap untuk menghabiskan waktu cukup lama di lokasi ini hingga
berhari- hari, ada beberapa pilihan Hotel atau Villa yang tersedia,
diantaranya Holiday Resort Lombok, Pool Villa Club Senggigi Beach, Senggigi Beach Hotel.
Akses Menuju Lokasi Wisata
Pantai Senggigi terletak di tepi barat
pulau Lombok, ada berbagai macam cara menuju ke Pantai Senggigi, bisa
menggunakan jasa Travel, kendaraan pribadi, sewa motor/ mobil. maupun
menggunakan transportasi umum.
1. Mataram – Senggigi dengan Kendaraan Pribadi
Jika pengunjung berangkat dari Mataram
Mall di pusat kota Mataram, maka berjalan terus ke Barat ke arah Jalan
Catur Warga hingga melalui bagian belakang dari alun- alun kota Mataram
atau dikenal dengan Taman Sangkareang di Jalan Pramuka. Sekitar 200
meter dari alun- alun akan ada lampu merah, dan ambil belokan ke kanan
menuju Jalan Udayana. Setelah berjalan kurang lebih 15 menit maka akan
menemui pertigaan, ambil belokkan ke kiri menuju Jalan Adi Sucipto.
Setelah itu ikuti jalur utama saja sampai menemui percabangan dan ambil
belokkan ke kanan. Setelahnya pada lampu merah pertama ambil lagi
belokkan ke kanan dan ikuti jalur utama. Setelah berjalan sekitar 15
menit, pemandangan pantai Senggigi akan mulai terlihat. Perkiraan
estimasi waktu yang diperlukan jika pengunjung mengendarai motor dari
Mataram adalah kurang lebih 45 menit hingga 60 menit.
2. Menuju Pantai Senggigi menggunakan Transportasi Umum
Jika pengunjung berangkat dari Mataram,
bisa menaiki taksi dengan biaya sekitar Rp 50.000,- sampai Rp 100.000,-.
Jika menaiki angkutan umum atau bemo dari Ampenan dengan tarif Rp
2.500,- sampai Rp 5.000,-. Selain itu, bisa juga menaiki ojek dengan
membayar Rp 25.000,- sampai Rp 50.000,-.
ref : www.wisatapanorama.com


0 komentar:
Posting Komentar