Informasi Wisata Gili Trawangan |
|
|---|---|
| Lokasi | Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat |
| Tiket | Biaya Parkir Rp 2.000,- sampai Rp 3.000,- Menaiki Kapal Penyeberangan dari Pelabuhan Bangsal Rp 10.000,- Menyewa Kapal Rp 259.000,- |
| Waktu Buka | 07.00 – 18.00 |
| Fasilitas/ Obyek Wisata | Stick Fighting, Diving, Restoran, Pemandangan Sunset, Life Music, Menonton Film |
Gili Trawangan merupakan satu dari tiga pulau yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dari jajaran tiga pulau di lokasi ini, Gili Trawangan merupakan pulau yang terbesar dan memiliki ketinggian lebih di atas permukaan air laut dibanding dua pulau lainnya. Gili menurut bahasa setempat artinya adalah pulau. Gili Trawangan mempunyai
luas sekitar 360 ha dengan panjang 3 km dan lebar 2 km. Pulau yang
dihuni setidaknya 800 jiwa ini merupakan objek wisata bahari yang cukup
terkenal hingga mancanegara. Maka tidak heran jika setiap tahunnya,
pulau ini dikunjungi oleh ribuan wisatawan, baik dari dalam negeri
maupun wisatawan asing.
Sejarah Singkat
Sebelum menjadi obyek wisata, Gili Trawangan merupakan
sebuah pulau sepi yang tak berpenghuni dan tidak terlalu dikenal oleh
masyarakat luas. Menurut cerita masyarakat setempat, pulau ini merupakan
pembuangan narapidana politik yang terlibat PKI (Partai Komunis
Indonesia) pada masa pemerintahan Orde Baru dan tempat pembuangan
pemberontak Sasak yang berusaha melawan kekuasaan raja di daerah Lombok.
Pada tahun 1970-an pulau ini mulai
dikunjungi oleh para nelayan dari Bajau dan Bugis, suku perantau asal
Sulawesi Selatan. Sejak saat itulah pulau ini mulai dihuni oleh
penduduk, dan sebagian besar penduduknya adalah suku Bajau, Bugis, dan
sedikit suku Sasak. Pada tahun 1974 hingga tahun 1976, beberapa
masyarakat yang menghuni Gili Trawangan mulai menanam pohon Kelapa di
sebelah timur dan utara pulau. Beberapa tahun setelahnya, perhatian
Pemerintah Nusa Tenggara Barat setempat melakukan studi teknis yang
dijalankan oleh Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada bulan
Maret 1990. Dari studi tadi, pemerintah NTB menetapkan tata ruang dan
lokasi di Gili Trawangan sebagai kawasan sarana rekreasi
bahari. Dengan kondisi lingkungan sekitar yang masih alami yang dipenuhi
dengan jajaran pepohonan cemara, keanekaragaman biota yang menyebar di
karang lautnya, Gili Trawangan tentu menawarkan keindahan pesona alam bagi para wisatawan yang mengunjunginya.
Obyek Wisata Gili Trawangan
Gili Trawangan adalah
suatu pulau yang masih perawan. Pulau ini seolah menyambut kedatangan
para wisatawan dengan menawarkan pemandangan alam yang sangat eksotis
dan masih alami. Pemandangan ini lengkap dengan panorama keindahan yang
luar biasa indahnya. Deretan pasir pantai yang lembut dan air laut yang
masih sangat jernih membuat wisatawan akan betah dan ingin menghabiskan
waktu lebih lama di Pulau ini. Selain itu, deretan pepohonan cemara,
akasia, dan kelapa yang tertata rapi juga turut memperindah dan meneduhi
jalanan tanah yang mengelilingi pulau. Di bawah pohon- pohon tersebut
terdapat jajaran tempat duduk dan gezebo yang tertata rapi.
Begitu wisatawan menjajakan kaki di
pulau ini, akan terasa suasana ketenangan tanpa hiruk pikuk suara
kendaraan bermotor. Selain itu, suara manusia juga akan jarang terdengar
di pulau ini karena lokasi wisata ini masih dalam perkembangan dan
masih belum banyak wisatawan mengetahui keberadaan lokasi wisata nan
indah ini. Wisatawan hanya akan menemukan suara lirih para wisatawan
yang asik dengan aktivitasnya sendiri.
Jika masuk lebih dalam lagi, wisatawan
akan melihat jajaran penginapan penduduk, losmen, kafe, motel, dan
hotel. Di tempat inilah, para wisatawan beristirahat dan memulai untuk
menjelajahi wisatanya. Jika di obyek wisata lain, wisatawan acap kali
diburu- buru oleh pedagang asongan dan cinderamata sehingga pengunjung
merasa terganggu. Hal itu, karena di pulau ini tidak diijinkan pedagang
mengganggu aktivitas wisatawan di lokasi wisata. Itulah suasana
keseharian Gili Trawangan yang memang benar- benar akan memanjakan para turis.
Selain menikmati lingkungan alami, ada
beragam aktivitas wisata yang bisa dilakukan di pulau ini, seperti
berenang, olahraga, dan berjemur di pinggir pantai. Berikut adalah
aktivitas yang bisa dilakukan oleh wisatawan :
Presean (Stick Fighting)
Presean dan Stick Fighting merupakan kesenian bela diri tradisional suku Sasak, Lombok yang sering dipertontonkan di Gili Trawangan tepatnya di sekitar area Pasar Seni. Presean dipertunjukkandengan
pertarungan dua petarung yang dalam bahasa Sasak disebut “Pepadu” dan
seorang wasit yang disebut sebagai “Pakembar”. Pepadu dipersenjatai
dengan tongkat rotan yang disebut sebagai “Pejalin” dan sebuah temeng
yang dinamakan “Ende”. Selama bertarung, pertunjukkan ini akan diiringi
dengan musik tradisional Lombok yaitu “Beleganjur” dan seorang
komentator dengan pengeras suara sehingga suasana menjadi sangat meriah.
Petarung ini merupakan orang pilihan
dari suku Sasak yang memiliki nyari ekstra dan fisik yang prima karena
kesenian ini merupakan olahraga ekstrim yang berbahaya, dan tak jarang
petarung mengalami luka serius dan berdarah. Pada zaman dahulu, kesenian
ini adalah sebuah ritual yang dipakai untuk memanggil hujan.
Turtle Conservation
Tidak jauh dari pelabuhan Gili Trawangan, terdapat
area konserfasi kura- kura. Di tempat ini kura- kura kecil akan
dibesarkan dan kemudian dilepaskan ke lautan bebas untuk menjadi dewasa
dan berkembang biak. Upaya ini adalah untuk melestarikan kura- kura yang
sekarang jumlahnya semakin sedikit di dunia. Ketika pelepasan kura-
kura biasanya disertai dengan upacara adat, sehingga cukup menarik bagi
wisatawan yang kebetulan sedang ada di Gili Trawangan.
Sunset View
Lokasi terbaik untuk melihat pemandangan terbenamnya matahari di Gili Trawangan adalah
di sebelah barat pantai. Di sore hari, tempat ini akan ramai dengan
wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang duduk- duduk sambil
menunggu matahari terbenam. Di area ini juga terdapat warung- warung
yang menjual makanan kecil serta minuman. Di sini pengunjung bisa
bersepeda atau menaiki kereta kuda Cidomo.
Life Music
Gili Trawangan menyediakan
banyak kafe yang akan memutar musik secara langsung, mulai dari musik
modern sampai dengan musik reggae yang sangat asik dinikmati dimalam
hari.
Movie
Pihak pengelola juga menyediakan
beberapa tempat pilihan yang menyediakan film di pinggiran pantai. Ada
yang dalam bentuk TV dan ada yang dalam bentuk layar lebar dengan
beragam jenis film.
Diving
Wisatawan juga bisa melihat keindahan ekosistem laut di Gili Trawangan, dengan
menyewa peralatan diving dari penyedia layanan ini di sekitar pulau.
Meski sebenarnya, tanpa diving pun wisatawan bisa melihat keindahan
lautnya bahkan dari atas kapal. Hal ini karena perairan di Gili
Trawangan masih sangat jernih.
Akses Menuju Gili Trawangan
Untuk menuju lokasi Gili Trawangan cukup mudah, karena tersedia dua tempat yang menjadi titik keberangkatan kapal menuju Pulau Trawangan, yakni Pantai Senggigi
dan Pelabuhan Bangsal di Lombok Utara. Dari kota Mataram, Pantai
Senggigi berjarak sekitar 11 kilometer, sedangkan Pelabuhan Bangsal
berjarak 25 kilometer. Dari Senggigi, pengunjung bisa menggunakan Outrigger akan memakan waktu satu jam, perjalanan menuju Gili Trawangan juga bisa menggunakan akses dari Pelabuhan Bangsal.
Terdapat dua macam alternatif jalan menuju Pelabuhan Bangsal dari Kota Mataram, yakni melewati kawasan wisata Pantai senggigi (di
jalur selatan) atau melewati kawasan wisata Gunung Pusuk di jalur
utara. Dari jalur selatan, pengunjung bisa menaiki taksi dari Kota
Mataram melewati bukit- bukit di pinggir Pantai Senggigi hingga sampai
di Pelabuhan Bangsal. Perjalanan ini akan membutuhkan waktu sekitar 35
menit. Namun, jika pengunjung lebih memilih melewati Gunung Pusuk,
pengunjung bisa menaiki ojek, bemo, atau taksi. Di kawasan ini,
pengunjung akan melihat monyet- monyet yang bebas berkeliaran di jalan
raya dan di pepohonan sekitar jalan raya. Sesampainya di Pelabuhan
Bangsal, pengunjung akan disuguhi pemandangan laut indah yang lepas
dengan pemandangan tiga pulau dalam jangkauan pandangan mata.

Wisata Gratis
ref : www.wisatagratis.web.id

