Air Terjun Sekar Langit
yang indah ini terletak di Desa Telogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah. Air terjun ini berasal dari Gunung Telomoyo
karena memang air terjun ini berada di lereng gunung tersebut. Gunung
Telomoyo sendiri membatasi Kota Magelang dengan Kab. Semarang. Air
terjun ini memang searah dengan air terjun Seloprojo dari arah Magelang
atau pun Salatiga namun lebih dekat dengan Kota Magelang. Air Terjun
Sekar Langit memiliki ketinggian sekitar 30 meter dengan 2 tingkat serta
dan aliran airnya nanti akan mengalir ke arah barat menuju ke aliran
sungai Elo dan selanjutnya bermuara di laut selatan Jawa.
Sekar Langit dalam bahasa jawa, sekar
berarti bunga, dan langit berarti langit, maka jika diterjemahkan
berarti bunga yang turun dari langit. Air terjun Sekar Langit merupakan
tetesan mata air yang berasal dari puncak Gunung Telomoyo, gunung yang
membatasi antara kota Salatiga dan kota Magelang di Jawa Tengah. Warga
sangat menghormati air terjun yang satu ini, hal ini lantaran sebuah
runtutan kisah dongeng klasik legenda Joko Tarub, seorang pria iseng
yang mengintip dan mencuri selendang bidadari yang sedang mandi di
sebuah air terjun. Warga disekitar air terjun ini percaya bahwa air dari
Air Terjun Sekar Langit memiliki khasiat, baik untuk penyembuhan
penyakit yang ringan seperti gatal-gatal sampai kepada penyakit kronis.
Selain itu juga air ini dapat menambah aura kecantikan bagi seorang
perempuan. Caranya dengan mandi atau cukup sekedar membasuh muka saja.
Untuk sampai ke obyek wisata Air Terjun
Sekar Langit ini, dapat di capai dari dua arah. Arah pertama masuk dari
kota Salatiga. Dimana sesampainya di desa Getasan (sebelum Kopeng),
ambil jalan ke kanan hingga pintu gerbang. Jarak dari desa ini hingga
pintu gerbang sekitar 3-4 km. Sedangkan arah kedua masuk dari kota
Magelang melewati daerah Grabag dengan menyusuri perbukitan. Dari Kota
Kecamatan Grabag ini, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10-15 menit,
dengan pintu masuknya berada di Dusun Dalangan, Desa Pandean Ngablag.
Selanjutnya dari pintu gerbang menuju air terjun sekitar 500 meter
melalui jembatan dan jalan setapak yang menanjak melewati hutan pinus.
Di sepanjang jalan terpampang beberapa papan pengumuman yang diletakkan
di pohon untuk mengingatkan pengunjung bila hujan tiba, harus keluar
dari lokasi. Hal ini dikarenakan sering terjadi air bah yang datang dari
hulu bila musim hujan tiba. Begitu juga terdapat larangan mandi dan
turun ke sungai saat musim hujan tiba.


0 komentar:
Posting Komentar